Language:

Field Course in Conservation and Global Health at The Human-Environment Interface

Yayasan Satwa Primata Indonesia/Para peserta saat menghadiri pembukaan resmi agenda Field Course

Program ini merupakan bentuk kolaborasi dari Yayasan Satwa Primata Indonesia melalui Dr. Ir. Entang Iskandar, M.Si. dan Muhammad Haikal, S.Si., Pusat Studi Satwa Primata IPB University yang melibatkan Dr. Puji Rianti, S.Si., M.Si., Washington National Primate Research Center, Central Oregon Community College meliputi Prof. Matthew F.S.X. Novak, M.Sc. dan Ilaria Turrio, M.S., serta Pokdarwis Rusa Putih Tanjung Rusa. Adapun peserta kegiatan ini terdiri atas 3 mahasiswa asing dari Washington University dan mahasiswa Universitas Bangka Belitung.

Yayasan Satwa Primata Indonesia/Aksi Penanaman Mangrove di Pesisir Tanjung Rusa

Program ini diawali dengan penanaman mangrove di ekosistem pesisir Tanjung Rusa sebagai bentuk aksi nyata konservasi pesisir. Pembekalan dilanjutkan melalui sesi kelas interaktif yang mencakup materi konservasi global, interaksi manusia dan lingkungan, metode studi lapangan, strategi pengelolaan dan konservasi primata, hingga isu kesehatan global.

Yayasan Satwa Primata Indonesia/Sesi diskusi dan pemaparan materi bersama praktisi

Sebagai penunjang teknis, peserta dibekali keahlian pengumpulan data menggunakan sistem navigasi GPS, sistem informasi geografis, pemasangan kamera jebak, serta berbagai metode teknis lapangan lainnya.

Yayasan Satwa Primata Indonesia/Peserta field course saat mengikuti agenda pelatihan teknis di lapangan

Kunjungan ke Berbagai Destinasi Ikonik di Belitung

Di sela agenda field course, para peserta berkesempatan mendalami kearifan lokal dengan mengunjungi destinasi ikonik di Belitung. Rangkaian ini membuka kesempatan bagi para peserta untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal dan mempelajari nilai-nilai budaya Belitung. Peserta memulai perjalanan menuju Hopping Island menggunakan perahu menyusuri pulau kecil di perairan Belitung. Para peserta berkesempatan melakukan snorkeling dan diving untuk mengamati keindahan alam bawah laut di sekitar Pulau Lengkuas.

Yayasan Satwa Primata Indonesia/Kunjungan peserta ke Hopping Island

Sebagai bagian dari rangkaian agenda lapangan, rombongan menyambangi Geopark Information Center Belitung untuk mempelajari nilai geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya lokal. Melalui berbagai media interpretasi, seperti miniatur Pulau Belitung, panel informasi, dan materi edukasi lainnya, para peserta diperkenalkan pada konsep geopark yang mengintegrasikan konservasi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan. 

Yayasan Satwa Primata Indonesia/Kunjungan edukatif para peserta di Geopark Information Center Belitung

Perjalanan berlanjut ke Geosite Bukit Peramun di Desa Air Selumar, bagian dari Belitong UNESCO Global Geopark yang menyajikan lanskap granit purba raksasa hasil bentukan alam selama jutaan tahun. Di lokasi ini, para peserta mengamati kekayaan vegetasi yang mencakup 147 jenis flora teridentifikasi, termasuk spesies penting seperti pulai (Alstonia sp.), gaharu (Aquilaria malaccensis), hingga ulin (Eusideroxylon zwageri). Tidak hanya kaya akan flora, wilayah ini menjadi habitat alami mentilin (Cephalopachus bancanus bancanus), yaitu primata identitas Bangka Belitung, sehingga peserta dapat melakukan pengamatan tarsius secara langsung di habitatnya.

Melengkapi perjalanan field course ini, para peserta memperoleh cakrawala baru dengan berdialog bersama masyarakat setempat, mempelajari tari tradisional, serta mencicipi madu alami langsung dari lokasi budidaya lokal.

Yayasan Satwa Primata Indonesia/Peserta field course mempelajari kearifan lokal bersama komunitas setempat

Melalui keberhasilan penyelenggaraan agenda ini, Yayasan Satwa Primata Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya generasi konservasionis muda potensial. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan rekomendasi ilmiah aplikatif sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan dalam melindungi primata endemik beserta habitat alaminya dari ancaman kepunahan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *